Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Anak dalam Budaya Pergaulan di Sekolah

Pergaulan dan interaksi anak-anak di sekolah dasar menjadi salah satu bagian terbesar dalam proses perkembangan  dan pendidikan anak. Di sekolah, anak-anak bukan hanya belajar soal ilmu pengetahuan, mereka juga belajar soal cara berinteraksi, cara berteman, dan cara bergaul. Latar belakang anak-anak  yang berbeda menjadikan pola pertemanan mereka juga berbeda-beda. Hal inilah yang menjadikan permasalahan dalam pertemanan sebagai salah satu hal yang tak dapat dihindari, termasuk bullying atau perundungan. Mahasiswa KKN Reguler Universitas Andalas Periode 1 Tahun 2026 yang ditempatkan di Nagari Lubuk Gadang Timur pun melaksanakan program sosialisasi anti-bullying sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak. Mengambil SD Negeri 20 Sungai Landeh sebagai target pelaksanaan kegiatan, sosialisasi dilakukan pada Senin, 19 Januari 2026. Sebanyak 40 lebih siswa/i hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Acara dibuka oleh Nasywa dan Bila sebagai MC yang disambut antusias oleh siswa/i kelas 4 sampai 6 yang didampingi oleh beberapa orang guru. Setelah pembukaan dan perkenalan, materi terkait bullying disampaikan oleh Suci Islami kepada anak-anak secara interaktif. Mulai dari definisi bullying, jenis-jenis bullying, faktor penyebab seseorang melakukan bullying, dan apa yang bisa anak-anak lakukan untuk mencegah maupun menangani bullying. Materi juga dilengkapi dengan permainan menebak apakah suatu tindakan yang dipaparkan termasuk bullying atau tidak. Dengan penyampaian materi yang singkat dan interaktif, anak-anak diharapkan mampu memahami apa itu bullying dan cara mencegah serta menanganinya. Di samping penyampaian materi, rangkaian kegiatan juga meliputi segmen bercerita bersama mahasiswa/i KKN. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan adanya dampingan dua orang mahasiswa/i KKN dalam  setiap kelompok. Dalam durasi sekitar satu jam, anak-anak dibebaskan untuk menceritakan pengalaman pertemanan mereka, baik pengalaman menyenangkan maupun pengalaman yang kurang menyenangkan. Segmen ini memberi ruang bagi anak-anak untuk menceritakan pengalaman yang bahkan kepada orang tua atau guru mereka pun tidak mereka ceritakan. Selain untuk berbagi pengalaman, kesempatan ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa/i KKN untuk memberi semangat dan arahan kepada anak-anak untuk dapat berteman dan belajar dengan lebih baik. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi anak-anak yang hadir maupun SDN 20 Sungai Landeh secara keseluruhan, baik dalam memahami konsep bullying bagi anak, maupun menimbulkan kesadaran sekolah mengenai risiko yang dapat dihadapi oleh anak dalam pertemanan mereka di sekolah. (Suci)

Read more
Mahasiswa KKN UNAND Melaksanakan Sosialisasi Terkait Pentingnya Literasi Sejak Dini di SDN 25 Sungai Lingkitang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Andalas (UNAND) tahun 2025 yang ditempatkan di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, melaksanakan program kerja di bidang sosial dalam bentuk Sosialisasi tentang Pentingnya Literasi Sejak Dini sebagai upaya proaktif dan persuasif untuk memberikan pemahaman soal betapa pentingnya memupuk kebiasaan literasi sejak dini. Melalui kerjasama dengan pihak sekolah SDN 25 Sungai Lingkitang serta bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta persetujuan dari pihak Nagari Lubuk Gadang Timur, kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana dengan baik dan disambut hangat oleh siswa-siswi juga tenaga pendidik di SDN 25 Sungai Lingkitang. Adapun yang memegang tanggung jawab untuk kegiatan ini adalah mahasiswa KKN UNAND yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 4 (empat) orang yakni Dini Oktafianti, Ainul Fitri Khairani, Afif Yanda, dan Siti Sabrina Zein. Ainul Fitri Khairani sebagai salah satu penanggungjawab program kerja ini mengatakan bahwa latar belakang dilaksanakannya program ini berkaitan dengan usia siswa-siswi SD yang masih muda dan oleh karena itulah sangat baik untuk diarahkan agar terbiasa membaca serta menulis. “Adik-adik masih berada di fase awal, usia dini, yang mana diusia segini lebih mudah untuk membentuk suatu kebiasaan baik, termasuk kegiatan membaca dan menulis yang bisa menjadi kebiasaan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujar Ainul. Sementara itu, Siti Sabrina Zein mengatakan bahwa latar belakang diadakannya sosialisasi ini adalah mengingat kondisi Sumber Daya Manusia yang dalam hal ini adalah Generasi Muda Indonesia yang tercatat masih memiliki keinginan rendah dalam membaca. “Dari survei minat baca di 2024 posisi Indonesia itu masih di peringkat 55 dari 70 negara yang disurvei, indikasinya berarti keinginan atau kesempatan untuk membaca saja masih tergolong rendah, dan itu kita belum membahas soal apakah anak-anak paham akan bacaannya atau tidak. Jadi, sangat perlu untuk diarahkan kembali agar kebiasaan membaca itu tumbuh berkelanjutan secara merata,” ucap Siti. Sejalan dengan itu, Dini Oktafiani dan Afif Yanda juga menjelaskan tujuan dalam sosialisasi ini adalah untuk membentuk ulang pemahaman siswa-siswi terkait kegiatan membaca yang biasanya dipandang sebagai hal yang membosankan atau melelahkan. Kemudian, juga menekankan kegiatan membaca dan menulis (literasi) ini memiliki hubungan dengan imajinasi dan cita-cita yang dimiliki oleh masing-masing siswa dan siswi. “Anak yang sering membaca itu biasanya akan lebih kreatif dalam berimajinasi dan punya lebih banyak keberanian dalam berpikir. Untuk membentuk kebiasaan membaca itu bisa Adik-adik lakukan di rumah ataupun di sekolah dengan cara; baca 15–30 menit sebelum tidur, buat “Sudut Baca” dan “Pojok Baca” di kamar dan di kelas, terus tulis ringkasan dari buku yang udah dibaca. Cara penting lainnya yaitu, baca buku yang sesuai sama minat masing-masing, misalkan dimulai dari buku komik,” ujar Afif saat menjelaskan materi sosialisasi kepada Adik-adik. “Kunci utama dalam meraih tiap cita-cita yang Adik-adik miliki adalah membaca. Karena, dari membaca, Adik-adik jadi banyak tahu dan belajar hal baru yang bakalan bermanfaat di masa depan, bahkan sekarang juga bisa menghasilkan uang dari membaca dan menulis,” ujar Dini sembari memberikan motivasi. Kegiatan sosialisasi ini bukan sekedar penyampaian materi, namun juga dilengkapi dengan sesi penulisan cita-cita dan harapan yang kemudian ditempelkan ke Mading Harapan yang disiapkan oleh Tim KKN UNAND Lubuk Gadang Timur dan dijadikan kenang-kenangan di salah satu ruang kelas di SDN 25 Sungai Lingkitang. Melalui program kerja ini, harapan kedepannya siswa-siswi SDN 25 Sungai Lingkitang dapat menjadi generasi muda yang lebih paham dan sadar akan pentingnya menanam kebiasaan literasi. Bukan hanya membaca, namun juga menulis, untuk menjadikan mereka pribadi yang kaya akan pengetahuan dan nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencapai mimpi dan cita-cita masing-masing. Penulis: Dr. Ir. Yuliaty Shafan Nur, MS dan Tim KKN UNAND Lubuk Gadang Timur.

Read more
Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas melaksanakan sosialisasi bahaya pernikahan dini di MTSs Plus Fastabiqul Khairat Gadung, Nagari Lubuk Gadang Timur pada Selasaa (08/08/2024). “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap generasi bangsa, dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas di masa depan,” ucap Rahma selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini.  Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai bahaya pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi remaja. Sistem reproduksi remaja yang masih belum siap untuk melaksanakan pernikahan, menjadikan pernikahan dini memiliki resiko yang sangat tinggi bagi remaja, tutur Dhila selaku pemateri pada topik kesehatan reprduksi. Sosialisasi ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengingatkan remaja akan bahayanya pernikahan dini. Bahaya pernikahan dini tidak hanya akan dirasakan dari segi kesehatan saja, namun juga dari segi ekonomi, sosial, hingga ke berbagai aspek kehidupan lainnya. Rahma juga menjelaskan mengenai risilo-risiko yang mungkin akan terjadi jika melakukan pernikahan dini, seperi risiko KDRT, ekonomi, tidak terjaminnya kehidupan yang layak, dan berbagai risiko lain yang menunggu di depan mata. Pernikahan dan kehamilan dini juga dapat mengakibatkan berbagai masalah pada kesehatan dan risiko pada anak. Organ reproduksi yang belum matang akan meningkatkan risiko saat kehamilan dan melajirkan, seperti anemia, pendarahan, terganggunya tumbuh kembang janin, risiko bayi lahir prematur, hingga risiko stunting pada anak, ungkap Dhila saat penjelasan materi. Kegiatan sosialisasi ini disambut dengan hangat oleh pihak MTSs Fastabiqul Khairat Gadung. Para guru menyambut mahaiswa KKN dengan ramah, serta antusias siswa menjadikan mahasiswa KKN lebih bersemangat saat pelaksanaan sosialisasi. Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan para remaja dapat lebih sadar dan paham akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai dampak-dampak negatif dari pernikahan dini, diharapkan mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk masa depan mereka. Mari bersama-sama membangun generasi yang lebih kuat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan baik.

Read more