Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Mahasiswa KKN UNAND Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Pembantu Lubuk Gadang Timur

LUBUK GADANG TIMUR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) Lubuk Gadang Timur menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (Medical Check Up) bagi warga setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, warga yang didominasi oleh lansia dan ibu-ibu sudah memadati lokasi pemeriksaan untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Layanan pemeriksaan yang diberikan meliputi: Pengecekan Tensi Darah (Tekanan Darah). Tes Gula Darah, Asam Urat, dan Kolesterol. Konsultasi kesehatan ringan dengan tenaga medis Pustu. Koordinator kegiatan KKN, Nadhif Rahmadanur, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang sering dialami warga namun jarang diperiksakan. “Kami ingin warga Lubuk Gadang Timur lebih sadar akan kondisi kesehatannya. Dengan menggandeng Pustu, kami berharap tindak lanjut medis bisa lebih mudah dilakukan jika ditemukan indikasi penyakit pada warga,” ujarnya. Bidan/Perawat Desa dari Pustu Lubuk Gadang Timur, [Nama Petugas Pustu jika ada], turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa. “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menjangkau warga yang mungkin selama ini enggan atau sulit datang ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.   Salah satu warga, Bapak Adril, mengaku sangat terbantu. “Alhamdulillah, kami jadi tahu berapa tensi dan gula darah kami. Harapannya kegiatan seperti ini sering-sering diadakan,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur dapat meningkat, serta terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa KKN, instansi kesehatan, dan masyarakat.

Read more
Ancaman Rabies di Solok Selatan dan Peran Strategis Mahasiswa KKN UNAND dalam Vaksinasi

Data tahun 2022 menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan terkait kesehatan masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, khususnya mengenai ancaman penyakit rabies. Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, tercatat setidaknya 188 kasus gigitan oleh hewan yang berpotensi menularkan rabies di wilayah tersebut. Angka ini menjadi sinyal waspada yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat rabies merupakan penyakit fatal yang dapat dicegah melalui langkah-langkah proaktif seperti vaksinasi. Ketika data tersebut dianalisis lebih dalam, anjing menjadi sorotan utama sebagai sumber gigitan terbanyak. Dari total kasus yang dilaporkan, sebanyak 143 insiden disebabkan oleh gigitan anjing. Angka ini secara signifikan melampaui kasus gigitan dari hewan lain seperti kucing yang berjumlah 35 kasus dan kera sebanyak 10 kasus. Dominasi anjing sebagai sumber gigitan menegaskan bahwa fokus utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies di Solok Selatan harus diprioritaskan pada populasi hewan ini. Sebaran geografis kasus menunjukkan adanya beberapa kecamatan yang menjadi titik panas (hotspot) gigitan hewan penular rabies. Kecamatan Sangir tercatat sebagai wilayah dengan jumlah insiden tertinggi, mencapai 64 kasus yang terdiri dari 50 gigitan anjing, 12 gigitan kucing, dan 2 gigitan kera. Wilayah lain yang juga menunjukkan angka signifikan adalah Kecamatan Sangir Balai Janggo dengan 33 kasus dan Kecamatan Sangir Jujuan dengan 30 kasus. Pemetaan ini sangat vital untuk menentukan alokasi sumber daya dan merancang intervensi yang tepat sasaran. Menghadapi tantangan kesehatan masyarakat ini, kolaborasi menjadi kunci. Di sinilah peran mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sangat strategis. Sebagai kelompok intelektual yang memiliki energi, waktu, dan idealisme, mahasiswa KKN dapat menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil di masyarakat. Kehadiran mereka di tengah-tengah warga desa memberikan peluang untuk mempercepat dan memperluas jangkauan program kesehatan, termasuk program pencegahan rabies. Secara konkret, mahasiswa KKN dapat terlibat langsung dalam membantu program vaksinasi rabies yang digalakkan oleh dinas terkait. Melihat data tingginya kasus di Kecamatan Sangir, tim KKN yang ditempatkan di sana bisa berkoordinasi untuk membantu petugas dalam pelaksanaan vaksinasi massal pada hewan peliharaan warga, terutama anjing dan kucing. Mereka dapat membantu dalam proses pendataan hewan, registrasi pemilik, sosialisasi jadwal, hingga menenangkan hewan saat proses vaksinasi berlangsung, sehingga program dapat berjalan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak sasaran. Lebih dari sekadar bantuan teknis, peran mahasiswa KKN yang paling berdampak adalah dalam bidang edukasi dan peningkatan kesadaran. Mereka dapat merancang program penyuluhan dari rumah ke rumah atau melalui pertemuan warga di jorong-jorong dengan kasus tinggi di Sangir. Materi edukasi dapat mencakup bahaya penyakit rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan jika terjadi gigitan, sehingga masyarakat menjadi lebih berdaya dalam melindungi diri dan lingkungannya. Pada akhirnya, data kasus gigitan hewan penular rabies tahun 2022 bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah panggilan untuk aksi bersama. Sinergi antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan semangat pengabdian mahasiswa KKN dapat menciptakan sebuah kekuatan besar dalam memerangi rabies. Melalui upaya vaksinasi yang didukung penuh dan edukasi yang masif, diharapkan angka kasus gigitan di Solok Selatan dapat ditekan secara signifikan, membawa wilayah ini selangkah lebih dekat menuju status bebas rabies.

Read more
Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas melaksanakan sosialisasi bahaya pernikahan dini di MTSs Plus Fastabiqul Khairat Gadung, Nagari Lubuk Gadang Timur pada Selasaa (08/08/2024). “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap generasi bangsa, dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas di masa depan,” ucap Rahma selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini.  Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai bahaya pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi remaja. Sistem reproduksi remaja yang masih belum siap untuk melaksanakan pernikahan, menjadikan pernikahan dini memiliki resiko yang sangat tinggi bagi remaja, tutur Dhila selaku pemateri pada topik kesehatan reprduksi. Sosialisasi ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengingatkan remaja akan bahayanya pernikahan dini. Bahaya pernikahan dini tidak hanya akan dirasakan dari segi kesehatan saja, namun juga dari segi ekonomi, sosial, hingga ke berbagai aspek kehidupan lainnya. Rahma juga menjelaskan mengenai risilo-risiko yang mungkin akan terjadi jika melakukan pernikahan dini, seperi risiko KDRT, ekonomi, tidak terjaminnya kehidupan yang layak, dan berbagai risiko lain yang menunggu di depan mata. Pernikahan dan kehamilan dini juga dapat mengakibatkan berbagai masalah pada kesehatan dan risiko pada anak. Organ reproduksi yang belum matang akan meningkatkan risiko saat kehamilan dan melajirkan, seperti anemia, pendarahan, terganggunya tumbuh kembang janin, risiko bayi lahir prematur, hingga risiko stunting pada anak, ungkap Dhila saat penjelasan materi. Kegiatan sosialisasi ini disambut dengan hangat oleh pihak MTSs Fastabiqul Khairat Gadung. Para guru menyambut mahaiswa KKN dengan ramah, serta antusias siswa menjadikan mahasiswa KKN lebih bersemangat saat pelaksanaan sosialisasi. Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan para remaja dapat lebih sadar dan paham akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai dampak-dampak negatif dari pernikahan dini, diharapkan mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk masa depan mereka. Mari bersama-sama membangun generasi yang lebih kuat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan baik.

Read more