Menggetarkan Panggung: Nagari Lubuk Gadang Timur Raih Juara I Lomba Nyanyi Mars Solok Selatan Tingkat Kecamatan Sangir

Rabu, 30 Juli 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur. Di tengah semaraknya perlombaan yang diadakan di Kantor Camat Sangir, tim paduan suara perwakilan Nagari Lubuk Gadang Timur berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Lomba Menyanyikan Lagu Mars Solok Selatan tingkat Kecamatan Sangir. Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai nagari di Kecamatan Sangir. Setiap peserta tampil dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyanyikan lagu kebanggaan Kabupaten Solok Selatan. Namun, penampilan yang paling mencuri perhatian adalah dari perwakilan Nagari Lubuk Gadang Timur. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama tim yang solid, mereka mampu membawakan lagu Mars Solok Selatan dengan penuh penghayatan dan harmoni yang indah. Suara yang lantang, kompak, dan penuh energi seolah-olah menggetarkan seluruh ruangan, membuat para juri dan penonton terpukau. Kemenangan ini bukan hanya sekadar prestasi, melainkan juga bukti nyata dari semangat kebersamaan dan kerja keras yang telah mereka curahkan. Kemenangan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Nagari di berbagai ajang lainnya. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, hasil yang luar biasa bisa dicapai.

Read more
Mahasiswa KKN UNAND Melaksanakan Sosialisasi Terkait Pentingnya Literasi Sejak Dini di SDN 25 Sungai Lingkitang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Andalas (UNAND) tahun 2025 yang ditempatkan di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, melaksanakan program kerja di bidang sosial dalam bentuk Sosialisasi tentang Pentingnya Literasi Sejak Dini sebagai upaya proaktif dan persuasif untuk memberikan pemahaman soal betapa pentingnya memupuk kebiasaan literasi sejak dini. Melalui kerjasama dengan pihak sekolah SDN 25 Sungai Lingkitang serta bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta persetujuan dari pihak Nagari Lubuk Gadang Timur, kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana dengan baik dan disambut hangat oleh siswa-siswi juga tenaga pendidik di SDN 25 Sungai Lingkitang. Adapun yang memegang tanggung jawab untuk kegiatan ini adalah mahasiswa KKN UNAND yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 4 (empat) orang yakni Dini Oktafianti, Ainul Fitri Khairani, Afif Yanda, dan Siti Sabrina Zein. Ainul Fitri Khairani sebagai salah satu penanggungjawab program kerja ini mengatakan bahwa latar belakang dilaksanakannya program ini berkaitan dengan usia siswa-siswi SD yang masih muda dan oleh karena itulah sangat baik untuk diarahkan agar terbiasa membaca serta menulis. “Adik-adik masih berada di fase awal, usia dini, yang mana diusia segini lebih mudah untuk membentuk suatu kebiasaan baik, termasuk kegiatan membaca dan menulis yang bisa menjadi kebiasaan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujar Ainul. Sementara itu, Siti Sabrina Zein mengatakan bahwa latar belakang diadakannya sosialisasi ini adalah mengingat kondisi Sumber Daya Manusia yang dalam hal ini adalah Generasi Muda Indonesia yang tercatat masih memiliki keinginan rendah dalam membaca. “Dari survei minat baca di 2024 posisi Indonesia itu masih di peringkat 55 dari 70 negara yang disurvei, indikasinya berarti keinginan atau kesempatan untuk membaca saja masih tergolong rendah, dan itu kita belum membahas soal apakah anak-anak paham akan bacaannya atau tidak. Jadi, sangat perlu untuk diarahkan kembali agar kebiasaan membaca itu tumbuh berkelanjutan secara merata,” ucap Siti. Sejalan dengan itu, Dini Oktafiani dan Afif Yanda juga menjelaskan tujuan dalam sosialisasi ini adalah untuk membentuk ulang pemahaman siswa-siswi terkait kegiatan membaca yang biasanya dipandang sebagai hal yang membosankan atau melelahkan. Kemudian, juga menekankan kegiatan membaca dan menulis (literasi) ini memiliki hubungan dengan imajinasi dan cita-cita yang dimiliki oleh masing-masing siswa dan siswi. “Anak yang sering membaca itu biasanya akan lebih kreatif dalam berimajinasi dan punya lebih banyak keberanian dalam berpikir. Untuk membentuk kebiasaan membaca itu bisa Adik-adik lakukan di rumah ataupun di sekolah dengan cara; baca 15–30 menit sebelum tidur, buat “Sudut Baca” dan “Pojok Baca” di kamar dan di kelas, terus tulis ringkasan dari buku yang udah dibaca. Cara penting lainnya yaitu, baca buku yang sesuai sama minat masing-masing, misalkan dimulai dari buku komik,” ujar Afif saat menjelaskan materi sosialisasi kepada Adik-adik. “Kunci utama dalam meraih tiap cita-cita yang Adik-adik miliki adalah membaca. Karena, dari membaca, Adik-adik jadi banyak tahu dan belajar hal baru yang bakalan bermanfaat di masa depan, bahkan sekarang juga bisa menghasilkan uang dari membaca dan menulis,” ujar Dini sembari memberikan motivasi. Kegiatan sosialisasi ini bukan sekedar penyampaian materi, namun juga dilengkapi dengan sesi penulisan cita-cita dan harapan yang kemudian ditempelkan ke Mading Harapan yang disiapkan oleh Tim KKN UNAND Lubuk Gadang Timur dan dijadikan kenang-kenangan di salah satu ruang kelas di SDN 25 Sungai Lingkitang. Melalui program kerja ini, harapan kedepannya siswa-siswi SDN 25 Sungai Lingkitang dapat menjadi generasi muda yang lebih paham dan sadar akan pentingnya menanam kebiasaan literasi. Bukan hanya membaca, namun juga menulis, untuk menjadikan mereka pribadi yang kaya akan pengetahuan dan nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencapai mimpi dan cita-cita masing-masing. Penulis: Dr. Ir. Yuliaty Shafan Nur, MS dan Tim KKN UNAND Lubuk Gadang Timur.

Read more
Ancaman Rabies di Solok Selatan dan Peran Strategis Mahasiswa KKN UNAND dalam Vaksinasi

Data tahun 2022 menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan terkait kesehatan masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, khususnya mengenai ancaman penyakit rabies. Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, tercatat setidaknya 188 kasus gigitan oleh hewan yang berpotensi menularkan rabies di wilayah tersebut. Angka ini menjadi sinyal waspada yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat rabies merupakan penyakit fatal yang dapat dicegah melalui langkah-langkah proaktif seperti vaksinasi. Ketika data tersebut dianalisis lebih dalam, anjing menjadi sorotan utama sebagai sumber gigitan terbanyak. Dari total kasus yang dilaporkan, sebanyak 143 insiden disebabkan oleh gigitan anjing. Angka ini secara signifikan melampaui kasus gigitan dari hewan lain seperti kucing yang berjumlah 35 kasus dan kera sebanyak 10 kasus. Dominasi anjing sebagai sumber gigitan menegaskan bahwa fokus utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies di Solok Selatan harus diprioritaskan pada populasi hewan ini. Sebaran geografis kasus menunjukkan adanya beberapa kecamatan yang menjadi titik panas (hotspot) gigitan hewan penular rabies. Kecamatan Sangir tercatat sebagai wilayah dengan jumlah insiden tertinggi, mencapai 64 kasus yang terdiri dari 50 gigitan anjing, 12 gigitan kucing, dan 2 gigitan kera. Wilayah lain yang juga menunjukkan angka signifikan adalah Kecamatan Sangir Balai Janggo dengan 33 kasus dan Kecamatan Sangir Jujuan dengan 30 kasus. Pemetaan ini sangat vital untuk menentukan alokasi sumber daya dan merancang intervensi yang tepat sasaran. Menghadapi tantangan kesehatan masyarakat ini, kolaborasi menjadi kunci. Di sinilah peran mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sangat strategis. Sebagai kelompok intelektual yang memiliki energi, waktu, dan idealisme, mahasiswa KKN dapat menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil di masyarakat. Kehadiran mereka di tengah-tengah warga desa memberikan peluang untuk mempercepat dan memperluas jangkauan program kesehatan, termasuk program pencegahan rabies. Secara konkret, mahasiswa KKN dapat terlibat langsung dalam membantu program vaksinasi rabies yang digalakkan oleh dinas terkait. Melihat data tingginya kasus di Kecamatan Sangir, tim KKN yang ditempatkan di sana bisa berkoordinasi untuk membantu petugas dalam pelaksanaan vaksinasi massal pada hewan peliharaan warga, terutama anjing dan kucing. Mereka dapat membantu dalam proses pendataan hewan, registrasi pemilik, sosialisasi jadwal, hingga menenangkan hewan saat proses vaksinasi berlangsung, sehingga program dapat berjalan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak sasaran. Lebih dari sekadar bantuan teknis, peran mahasiswa KKN yang paling berdampak adalah dalam bidang edukasi dan peningkatan kesadaran. Mereka dapat merancang program penyuluhan dari rumah ke rumah atau melalui pertemuan warga di jorong-jorong dengan kasus tinggi di Sangir. Materi edukasi dapat mencakup bahaya penyakit rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan jika terjadi gigitan, sehingga masyarakat menjadi lebih berdaya dalam melindungi diri dan lingkungannya. Pada akhirnya, data kasus gigitan hewan penular rabies tahun 2022 bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah panggilan untuk aksi bersama. Sinergi antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan semangat pengabdian mahasiswa KKN dapat menciptakan sebuah kekuatan besar dalam memerangi rabies. Melalui upaya vaksinasi yang didukung penuh dan edukasi yang masif, diharapkan angka kasus gigitan di Solok Selatan dapat ditekan secara signifikan, membawa wilayah ini selangkah lebih dekat menuju status bebas rabies.

Read more